SAHABAT TENTERA FISABILILLAH™

Saturday, January 18, 2014

CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN & WAKTU

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada CINTA, KEKAYAAN,
KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.
Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan
saling melengkapi.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
Kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi
dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni
pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang
dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai
mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin
naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat
KEKAYAAN sedang mengayuh perahu. "KEKAYAAN! KEKAYAAN!
Tolong aku!" teriak CINTA. Lalu apa jawab KEKAYAAN,
"Aduh! Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku telah
penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu
serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada
tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan
CINTA tenggelam.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya
KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. "KEGEMBIRAAN!
Tolong aku!", teriak CINTA. Namun apa yang terjadi,
KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air
makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan
CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.

"KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA.
Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan
kotor.Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu
mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis
terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang
melupakan aku.

Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas, "Oh,
KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CINTA. Lalu
apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan
aku ingin sendirian saja...", kata KESEDIHAN sambil
terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa. Ia
merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatkan.
Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh tuhan tolonglah
aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke
arah suara itu dan melihat seorang tua reyot
berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya.
Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.

Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan
CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah
CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu.
CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua
di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. 

"Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang
itu. Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia
menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan
teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku",
tanya CINTA heran. "Sebab", kata orang itu, "hanya
WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA
itu......"

No comments:

There was an error in this gadget

Follow by Email